Pengembangan Salah satu
program kerja Departemen Pengembangan Bahasa adalah “Rihlah Lughowiyah”. Rihlah
adalah serapan dari kata Arab yang secara umum berarti bepergian atau
perjalanan. “Rihlah” berarti pergi atau melakukan perjalanan dengan maksud dan
tujuan ke suatu tujuan tertentu ke suatu atau beberapa tempat. Sedangkan “Lughowiyah”
adalah kata serapan dari bahasa arab yang memiliki makna bahasa. Jadi, Rihlah
Lughowiyah dapat diartikan sebagai tour bahasa.
Rihlah lughowiyah ini
diikuti oleh Pengurus HMJ PBA IAIN
Pekalongan yang di koordinir oleh Departemen Pengembangan Bahasa pada
tanggal 13 Maret 2022 di Pondok
Pesantren Dhiyaul Fatihin, Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara. Kegiatan ini
diisi oleh Sayyid Abbas Al-Haddad. Beliau bercerita mengenai perjalanan ketika beliau
menuntut ilmu di Pondok Darul Lughoh Wada'wah bersama Abuya Habib Hasan Baharun
selama 4 tahun setelah itu beliau safar ke Makkah untuk belajar bersama Abuya Sayyid
Muhammad bin Alwi Al-Maliki Alhasani selama 12 tahun tidak pernah pulang ke
Indonesia tanpa internet tanpa handphone (mondok murni) liburnya ketika hari
arofah atau idul adha.
Ketika masih di Makkah
kira-kira 10 tahun mengatakan ke Abuya ingin pulang ke Indonesia ingin bertemu
orang tuanya, Abuya Sayyid Muhammad dawuh "Tunggu sebentar wahai anakku
bentar lagi musim haji akan tiba, lebih baiknya melaksanakan haji dulu"
lalu setelah Sayyid Abbas selesai menunaikan Ibadah Haji, beliau mengadu lagi
ingin pulang ke Indonesia. Kemudian abuya berkata "Tunggu sebentar wahai anakku
bentar lagi ramadhan akan lebih baik ramadhan dulu", sampai yang ketiga
kalinya orang tua Sayyid Abbas yang menjenguk beliau bersamaan saat menunaikan
Ibadah Haji akan tetapi Sayyid Abbas diperintahkan tetap di Makkah dan orang
tuanya pulang ke tanah air.
Beliau menegaskan kepada
kita sebagai Mahasiswa bahwa harus benar-benar mempersiapkan diri kita untuk masa
depan kita sebagai seorang pengajar. Khususnya sebagai mahasiswa Pendidikan
Bahasa Arab. Beliau memberi kita nasehat
untuk selalu mengasah kemampuan berbahasa Arab kita dengan mendengarkan film
berbahasa arab, seperti film Sayyidina Umar atau Sholahuddin Al-Ayyubi agar
telinga kita terbiasa untuk maharotul istima' langsung dari orang Arab. Selain
itu, kita juga harus sering membaca novel seperti Seribu Satu Malam, Layla Majnun,
dan sebagainya. Terutama yang berbahasa arab gundul agar kita juga sekaligus
belajar tentang maharotul qiroah.
Beliau juga memberi kita
nasehat untuk berlatih imla’ yakni dengan mendengarkan ceramah yang berbahasa arab, lalu
menulisnya dengan baik dan benar. Akan lebih baik lagi jika berlatih
menjelaskan atau nemerjemahkan ceramah yang berbahasa arab.
Terakhir beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada Pengurus HMJ PBA dan meminta maaf atas segala keterlambatannya. Banyak kisah dari beliau tapi inti yang dapat kita ambil dari kisah-kisah tadi adalah "kita sebagai Mahasiswa PBA harus benar-benar mempersiapkan diri untuk terjun ke masyarakat ketika sudah lulus, maka selagi masih ada waktu untuk mencari ilmu jangan sia-siakan waktu kita."
Pewarta : Ellyana Gaje Zulfa
Mantap min
BalasHapusMasyaallah🥰
BalasHapusMasya Allah
BalasHapusWihhhh mantappp
BalasHapusPosting Komentar