Spesial Untukmu Mahasiswa Baru PBA

Tahiyyah Arobiyyah!

Step By Step yang perlu Diperhatikan Mahasiswa Baru PBA
Oleh : M. Khakim Maulana

Tulisan ini spesial untuk mahasiswa baru—yang baru saja melepas masa-masa indah yang katanya kebanyakan orang. Spesial karena ini adalah bentuk sambutan sekaligus pandangan bagi Anda yang telah membulatkan niat mendedikasikan diri di jurusan tercinta Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Lho.. lalu bagaimana yang masih dilema dengan pilihan jurusannya? Pasti ada salah satu dari Anda yang merasa kalau Anda “tersesat”, salah jurusan atau istilah lain yang sepadan. Tenang saja, jika ada yang seperti itu, tulisan ini berusaha mengajak agar Anda memiliki mindset yang lebih luas.

Perlu diketahui bahwasanya kuliah di jurusan mana pun penulis kira sama. Nantinya juga akan ada banyak tugas yang sama-sama melelahkan, menguji kesabaran dan berefek samping pada kejenuhan—jika Anda tidak bisa me-manage secara maksimal. Untuk soal peluang, saya kira semua jurusan memiliki peluang yang sama untuk masa depan. Logikanya tidak mungkin sebuah jurusan dibuka tanpa memikirkan tujuan yang ingin dicapai. Pastinya akan ada mutiara yang akan dipetik oleh lulusan perguruan tinggi di seluruh jurusan, asalkan mahasiswa yang bersangkutan mampu dengan gigih dalam berproses. It’s depend with you! Anda yang berhak menentukannya!

Pendidikan Bahasa Arab memiliki nilai plus tersendiri. Ia spesial dan tidak dimiliki oleh jurusan lain. Bahasa Arab adalah bahasa yang mulia. Al-qur’an yang menjadi pedoman hidup diturunkan menggunakan bahasa arab. Panutan umat, Rosulullah saw. dalam kesehariannya juga berbahasa arab. Hal ini tercermin di dalam ayat al-qur’an yang artinya “Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa arab, agar kamu mengerti.” Jadi, alasan apa yang membuat Anda meninggalkan bahasa arab?
Jika Anda masih merasa “salah alamat” terhadap PBA, maka segeralah buang jauh-jauh pola pikir semacam itu. Tatap momentum yang sudah ada di depan mata yang akan menjadi jembatan menuju keberhasilan. Hemat penulis, dahulu juga pernah merasa “tersesat” sebelum akhirnya perasaan tersebut teralihkan. Hingga sekarang, penulis sudah merasa enjoy dengan aktivitas kebahasa-araban tiap hari.

Ibarat pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino, maka segeralah Anda terbiasa dengan bahasa arab agar segera pula jatuh cinta padanya.
Setelah Anda bertekad untuk mengarungi dunia Bahasa Arab, langkah selanjutnya adalah tanamkan rasa integritas terhadap PBA. Hal ini sudah menjadi rumus baku yang harus diterapkan. Ketika Anda telah memiliki integritas terhadap PBA, maka hal itu akan memunculkan sikap kesadaran bahwa Anda adalah mahasiswa PBA—yang mau tidak mau—harus mengenyam bahasa alqur’an setiap hari. Konteks harus mengenyam tiap hari bukan berarti ketika kuliah di PBA setiap hari harus spaneng dengan bahasa arab, itu tidak! Ia hanyalah sebagai wujud sikap agar bisa memotivasi diri untuk terus semangat. Ketika semangat itu terus terpompa dalam diri maka lambat laun akan memunculkan pola pikir ke depan. Pola pikir atau mindset seorang mahasiswa PBA tak lain seputar pengetahuan bahasa arab dan pengembangannya—meskipun kebebasan memiliki pengetahuan lain tidak dilarang.

Penulis teringat pesan ketika PBAK tahun lalu bahwasanya Kajur PBA—Muhammad Jaeni, M.Pd, M.Ag mengatakan mahasiswa yang masuk jurusan PBA adalah mahasiswa yang punya nyali. Hal ini mengindikasikan bahwa jurusan PBA adalah jurusan yang cukup menantang. Ia memang berbeda dari jurusan lain. Oleh karena itu, Anda memilih jurusan bahasa arab, yang perlu diterapkan adalah jangan menjadikan tantangan sebagai hambatan, akan tetapi jadikanlah tantangan sebagai ajang untuk meng-upgrade diri. Persiapkan planning dan strategi yang bisa membuat Anda percaya diri dan nyaman di jurusan PBA.

Langkah berikutnya, ukurlah kemampuan Anda di bidang bahasa arab. Mengukur kemampuan akan sangat berguna untuk melangkah ke depan. Anda akan termotivasi bagaimana langkah yang harus dilakukan ketika telah mengetahui modal dalam Bahasa Arab. Setidaknya Anda sudah bisa sadar diri siapakah Anda dan bagaimana seharusnya bergelut dengan lingkungan. Terlepas dari kemampuan tiap mahasiswa dalam bahasa arab, mahasiswa baru nantinya akan memulai sama-sama belajar dari nol. Tidak ada perbedaan baik itu lulusan pondok pesantren ataupun alumni SMA Negeri sekalipun. Nyatanya, pernah terjadi mahasiswa yang berasal dari SMA Negeri menyabet gelar lulusan terbaik jurusan Pendidikan Bahasa Arab. So, jangat takut dan khawatir. Setiap manusia memiliki kesempatan sukses yang sama, tinggal bagaimana Anda, apakah mau mengambil kesempatan itu atau tidak?

Jika sudah mengetahui takaran kemampuan di bidang bahasa arab, Anda berusaha memiliki prinsip bahwa mahasiswa PBA harus memiliki porsi belajar yang lebih dari jurusan lain. Anda sebagai mahasiswa PBA haruslah berlomba-lomba mengembangkan kreatifitas berbahasa arab. Jika Anda sudah memiliki bekal dari sekolah sebelumnya, maka Anda tingkatkan skills tersebut untuk lebih menguasai lagi. Lalu bagi yang pertama kali terjun di PBA maka alangkah baiknya berusaha berkali lipat dalam belajar dan berproses.
Anda tak perlu khawatir, jika batu yang keras saja bisa dibentuk menjadi karya seni, apalagi Anda?

The next after that, bagi Anda mahasiswa baru PBA, memperluas jiwa sosial dan koneksi terhadap sesama adalah suatu keharusan. Hal itu yang akan mempermudah Anda dalam mengembangkan keterampilan Bahasa Arab. Akan sangat sulit ketika Anda berusaha seorang diri—dengan banyak buku dan kitab pun, karena mempelajari bahasa adalah hal yang harus dibiasakan dan membutuhkan lawan sekaligus kawan sebagai feedback dalam berbahasa.


Doc. Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, program HMJ PBA IAIN Pekalongan (19/6/2018)

Selanjutnya hendaklah Anda mengikuti program yang telah dicanangkan Himpunan Mahasiswa Jurusan PBA. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, yang biasa disingkat HMJ PBA adalah organisasi intra-kampus yang secara khusus ditujukan untuk mahasiswa PBA dalam menumbuhkan, meningkatkan dan berkreasi di bidang kebahasa-araban. HMJ PBA memiliki program yang sangat bervariasi. Tentu program tersebut tak terlepas dari tujuan utama yakni menumbuh-kembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang bahasa Arab. HMJ PBA sejak lahirnya pengurus periode pertama hingga kini telah terlaksana berbagai program kerja yang positif.

“HMJ PBA telah melaksanakan program-program kebahasa-araban seperti pelatihan debat bahasa arab, lomba-lomba bahasa arab, pelatihan karya tulis ilmiah bahasa arab, muhadatsah, kajian nahwu & shorof tiap seminggu sekali. Hal itu kami lakukan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa di bidang bahasa arab,” demikian tutur Mu’tasim Billah, Ketua Umum HMJ PBA periode 2018 saat penulis menjadi pengurus HMJ periode 2018.

Sejauh ini antusiasme mahasiswa PBA sejak tiga semester terakhir sudah menunjukkan angka maksimal. Hal itu dibuktikan dengan prestasi yang ditorehkan mahasiswa PBA baik lingkup lokal maupun nasional. Oleh karena itu, bagi Anda mahasiswa baru PBA, saya kira memperhatikan poin ini adalah hal yang patut dikaji dan perlu dipikirkan.

Langkah terakhir adalah laksanakan semua poin di atas secara totalitas. Bersungguh-sungguhlah dalam berproses. Kumpulkan energi, yakinkan diri, dan bergeraklah secara maksimal! Jika Anda setengah-setengah dalam menjalani proses, maka sama halnya ketika Anda melihat seseorang yang hendak membuang sampah, berjalan dengan niat membuang sampah pada tong kosong, akan tetapi ketika sampai di depannya malah tidak dimasukkan ke dalam tong tersebut. Percuma bukan? Maka dari itu lakukanlah tahapan demi tahapan di atas secara maksimal. Dengan begitu Anda akan mendapat peluang yang lebih besar dan pada akhirnya bisa meraih keberhasilan.

Memang, semua hal yang terjadi sudah diatur oleh Sang Kuasa. Akan tetapi Anda perlu berusaha dan terus berdoa terlebih dahulu. Percayalah, proses yang baik, akan mencerminkan hasil yang baik pula. Terus giat belajar, perluas koneksi dan mulailah berkontribusi sesuai porsi dan kesadaran diri.

Tahiyyah ‘Arobiyyah...!!

0/Post a Comment/Comments