Workshop Pelatihan Puisi & Pidato Bahasa Arab

Tahiyyah Arobiyyah!

Ittihadu Tholabah Al-Lughoh Al-‘Arobiyah (ITHLA) Dewan Pimpinan Wilayah 3 (DPW 3) Jateng – DIY, bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mengadakan kegiatan “Workshop Pelatihan Puisi dan Pidato Bahasa Arab,” pada Sabtu, 3 Agustus 2019. Bertempat di lantai 4 gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pekalongan. Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 180 peserta yang terdiri atas mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Arab dari IAIN Pekalongan dan dari luar Pekalongan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari divisi minat dan bakat ITHLA DPW 3.
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IAIN Pekalongan, mars ITHLA dan mars HMJ PBA yang dibawakan oleh kelompok paduan suara An-Nabil Choir dari IAIN Pekalongan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak Dr. Muhamad Jaeni, M.Pd, M.Ag selaku Kajur PBA IAIN Pekalongan. Workshop pelatihan puisi dan pidato bahasa Arab ini mengundang Habib Ahmad Assegaf, Lc, M.Pd (dosen PBA IAIN Pekalongan) sebagai pemateri pidato dan mas Aghnin Khulqi (Pengurus DPP ITHLA Indonesia) sebagai pemateri puisi bahasa Arab.
Dalam pelatihan ini dijelaskan bahwa pidato merupakan seni untuk berbicara di depan khalayak ramai untuk dapat memengaruhi mereka dan merubah pola pikir pendengar. Dalam berpidato terdapat seni bahasanya atau disebut dengan ilmu balaghah. Selain itu seseorang yang sedang berpidato perlu memperhatikan suasana audiens atau pendengar. Apakah mereka dalam keadaan konsentrasi dalam mendengarkan pidato atau mengantuk dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar apa yang disampaikan dalam pidato dapat terserap dengan baik oleh pendengar. Ada beberapa tujuan dalam berpidato, diantaranya untuk menasehati, menyemangati, untuk motivasi dan sebagainya.
Selain beberapa hal di atas terdapat beberapa faktor yang menghambat kesuksesan seseorang dalam menyampaikan pidato. Faktor yang pertama adalah faktor internal, seperti rasa takut (takut lupa, takut gagal, dan takut dijudge orang lain), kurangnya rasa percaya diri, dan kurangnya penguasaan terhadap materi. Faktor yang kedua adalah faktor eksternal, diantaranya suasana ruangan yang panas, bising, speker yang tidak bagus, pencahayaan, dan beberapa faktor lainnya.
Pada pelatihan ini juga dijelaskan bahwa al-adab al-insya’i dibagi menjadi dua, yaitu prosa dan puisi. Prosa sama halnya dengan khitobah, sedangkan untuk puisi sendiri memiliki beberapa ciri-ciri, pertama puisi merupakan kalam yang berwazan, kedua mengandung royal dan perasaan, dan yang ketiga adalah khalafiyah yaitu ada ilmu ‘ard nya. Puisi juga mempunyai lima masa. Masa yang pertama masa jahili, yaitu masa sebelum Islam ada. Kedua masa Islam. Ketiga masa Omari, pada masa ini terdapat beberapa puisi yang terkenal, salah satunya adalah puisi karya Abu Aswad ad-Duali. Keempat masa Abasi, pada masa ini puisi karya Abu Nawas adalah salah satu puisi yang populer. Dan yang kelima adalah masa hadits.
Selain sesi penyampaian materi ada pula sesi praktik pada pelatihan ini. Dalam sesi praktik, beberapa peserta berkesempatan untuk berpidato di depan peserta lain serta mendapat koreksi atas pidatonya. Sedangkan untuk praktik puisi dilakukan dengan cara membuat puisi sesuai dengan teknik-teknik pembuatan puisi yang telah disampaikan oleh pemateri pada sesi penyampaian materi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengeksplor minat dan bakat dari mahasiswa PBA maupun non PBA. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menemukan bibit-bibit unggul yang dapat dikembangkan potensinya dalam bidang yang bersangkutan yaitu puisi dan pidato.” Tutur Amrina Rosyada selaku ketua pelaksana workshop pelatihan puisi dan pidato bahasa Arab.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 17.00 WIB ini berlangsung dengan lancar dan berakhir dengan sesi penyerahan kenang-kenangan untuk pemateri serta sesi foto bersama.

0/Post a Comment/Comments