HMJ PBA IAIN Pekalongan Gelar Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Di Era New Normal

Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Di Era New Normal HMJ PBA IAIN Pekalongan
Karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang dihasilkan melalui berbagai kegiatan penelitian dan dilakukan dengan langkah-langkah ilmiah, hingga menghasilkan suatu pernyataan ilmiah. Karya tulis ilmiah tidak dapat dipisahkan dari berbagai keperluan akademik maupun non akademik mahasiswa, begitu pentingnya karya tulis ilmiah menjadikannya sebagai salah satu prasyarat sebelum menjadi sarjana dan mendominasi tugas-tugas para mahasiswa secara menyeluruh, dari semester bawah hingga semester atas. Walaupun demikian, masih banyak mahasiswa yang belum benar-benar mampu menulis karya tulis ilmiah dengan baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku. Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini dilaksanakan workshop penulisan karya tulis ilmiah untuk  meningkatkan pengetahuan mahasiswa, mengembangkan minat dan bakat, dan memotivasi mahasiswa dalam hal kepenulisan ilmiah secara utuh dan menyeluruh.

Menyesuaikan situasi dan kondisi yang mengharuskan segala sesuatu dilakukan dengan non tatap muka ini, kegiatan-kegiatan didominasi dengan mode dalam jaringan (daring), karena itulah workshop ini dilakukan secara onlineWorkshop karya tulis ilmiah ini dilakukan pada  hari Selasa, 12 Juli 2020 melalui aplikasi Google Meet yang dibuka oleh saudara Misbakhul Munir selaku moderator pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Acara yang dipandu oleh Dr. Muhammad Jaeni M.Pd, M.Ag, Kepala jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Pekalongan ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa PBA IAIN Pekalongan, khususnya semester enam yang mulai fokus pada penulisan proposal dan skripsi. Selain itu, beberapa mahasiswa lintas jurusan pun ikut serta dalam workshop ini, mengingat begitu pentingnya pembahasan yang akan disampaikan dalam workshop ini.

Terkait dengan materi penulisan karya tulis ilmiah yang disampaikan oleh beliau, menurutnya materi ini dapat dikatakan  umum, yang menjadikan perbedaannya adalah dalam penyampaian dan pengalaman pemateri. Beliau menyampaikan terkait cara memilih tema dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang benar, "Ada delapan cara dalam memilih tema yang pertama, membaca secara terus-menerus dan mencari karya-karya yang telah lampau untuk digali kekurangan atau yang lainnya sesuai dengan kecenderungan kita. Kedua, melihat-lihat skripsi atau tesis milik orang lain agar menambah wawasan kita. Ketiga,  membaca subtema tertentu. Keempat, hati-hati dalam menulis judul dan hindari unsur judul yang mengandung ketidakjelasan. Kelima, membatasi tema yang akan dibahas. Keenam, mempertimbangkan waktu penulisan. Ketujuh, mengikuti kecenderungan diri sendiri uang berkaitan dengan penguasaan topik atau ketertarikan terhadap topik yang ingin diteliti. Kedelapan, mendiskusikan tema dengan pembimbing ataupun sejenisnya." Jelasnya.

Workshop dan kegiatan sejenisnya akan lebih menarik pada sesi tanya jawab, hal demikian pun terjadi pada sesi tanya jawab dalam workshop ini. Diana Maulidya, mahasiswi PBA semester enam memberikan pertanyaan yang bagus dan sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Diana menanyakan, "Judul penelitian alternatif selain lapangan yang harus diambil pada kondisi dan situasi di era new normal itu sebaiknya bagaimana Pak? Terkhusus untuk mahasiswa yang kurang mahir dalam hal kajian pustaka kitab berbahasa Arab." Untuk pertanyaan ini beliau menjawab, "Di era new normal ini kalau bisa mahasiswa dianjurkan untuk memilih penelitian yang tidak menuntut untuk terjun ke lapangan. Semisal seperti study tokoh, study kasus (masuk kualitatif) atau juga study pustaka.  Atau kalau terpaksa harus melakukan survey lapangan maka harus dengan catatan menggunakan media offline. Sedangkan untuk masalah tidak mahir dalam menguasai penelitian pustaka terkhusus pada kajian kitab Arab maka sepatutnya mahasiswa harus terus belajar. Tidak ada kata sulit untuk orang sungguh-sungguh ingin belajar." Tegasnya diakhir jawabannya.


0/Post a Comment/Comments