Mempersiapkan Mahasiswa dalam Upaya Mewujudkan Merdeka Belajar, HMJ PBA IAIN Pekalongan adakan Diskusi Bernalar

Tahiyyah Arobiyyah!


Foto bersama Panitia dan Peserta Diskusi

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), tanggal 29 mei 2022 HMJ PBA IAIN Pekalongan mengadakan kegiatan yang bertajuk “Diskusi Bernalar Hardiknas”. Acara ini diikuti oleh mahasiswa umum IAIN Pekalongan dan delegasi Organisasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (ORMAWA FTIK). Mengangkat tema "Menyongsong Kaum Millenial Dalam Pergerakan Mewujudkan Merdeka Belajar", diharapkan semua orang yang terlibat dalam pendidikan bisa menerapkan konsep merdeka belajar agar tujuan pendidikan yang kita cita-cita kan bersama yaitu kemerdekaan dalam berfikir bisa segera terwujud secara maksimal.

Acara dibuka secara langsung pada pukul 09.00 WIB oleh bapak Dr. Ali Burhan, L.C, M.A selaku ketua jurusan pendidikan Bahasa Arab. Dalam sambutannya, beliau menginformasikan tentang Merdeka Belajar di Kampus Merdeka (MBKM). "Dalam hal ini MBKM meliputi banyak hal, salah satunya adalah pertukaran pelajar. Kita diberi ruang kebebasan bertukar dosen/ mahasiswa antar kampus". Beliau menegaskan bahwa kita harus mengapresiasi dan mendukung kebijakan MBKM. Semua kebijakan pasti ada plus minusnya, sebagai mahasiswa kita harus berusaha menyesuaikan apa yang menjadi kebijakan di kampus kita IAIN Pekalongan.

Diskusi bernalar kali ini diisi oleh bapak M. Manshur, L.C, M.Pd. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan banyak hal yang berkaitan dengan Merdeka Belajar "Seseorang tidak boleh dipaksa untuk mengikuti pemikiran orang lain, tapi mereka harus berusaha mengeluarkan pemikiran mereka sendiri". Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan dari Merdeka Belajar adalah agar murid menjadi lebih nyaman, lebih berani, mudah bergaul, cerdik, sopan, dan berkompetensi serta tidak hanya mengandalkan sistem ranking yang dapat memberikan tekanan pada murid dengan orang tua. Sebab, yang sering terjadi pada murid adalah mereka mendapat tekanan dari orang tua supaya mendapat nilai akademik yang memuaskan karena nilai akademik dianggap menjadi tolak ukur kepintaran murid.

Setelah penyampaian materi selesai, acara dilanjut dengan Focus Group Discussion (FGD). FGD dibagi menjadi tiga kelompok yaitu pemerintah, pihak kampus, dan mahasiswa. Mereka secara bergantian menyampaikan pendapat dan pandangan mengenai merdeka belajar dan kampus merdeka sesuai posisi mereka masing-masing.

Foto bersama menjadi penutup dalam acara kali ini. Peserta diskusi bernalar akan mendapat sertifikat kegiatan ketika sudah mengumpulkan resume materi dan berstempel maksimal 3 hari setelah pelaksanaan kegiatan.

Pewarta : Laela Azka Maulidiyah

Penyunting : Bedurahmed


0/Post a Comment/Comments