Wujudkan Wisuda terbanyak, UIN GUSDUR Tekankan Toleransi dan Kebhinekaan pada setiap Wisudawan

Tahiyyah Arobiyyah!

Sabtu, 25 Juni 2022

Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan, Wisuda Magister Ke-15 dan Sarjana ke-43 resmi digelar di halaman Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah. Kegiatan sidang terbuka dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IAIN Pekalongan, dan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Luthfandi Yuansyah, salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dilanjutkan dengan pembukaan sidang terbuka oleh Drs. H. Akhmad Zaeni, M.Ag.

Mengawali acara wisuda, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag. selaku Wakil Rektor (WAREK) I menyampaikan Laporan Akademik dan Pembacaan SK. Rektor secara langsung. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa tema yang diangkat kali ini adalah Menyongsong UIN KH. Abdurrahman Wahid dalam Menjaga Toleransi dan Kebhinekaan Indonesia. Tema tersebut dianggap relevan dengan kondisi Politik Nasional maupun Internasional saat ini. “Tema ini mengandung maksud seluruh Sivitas Akademik, mahasiswa, alumni harus menjadi garda terdepan dalam membela Republik Indonesia. Kita harus bangga sebagai warga Indonesia, keberagaman yang kita miliki harus kuat dan kokoh dalam segi ke-Indonesiaan”, ujarnya.

Beliau juga menyampaikan wisudawan kali ini merupakan rekor terbanyak di IAIN Pekalongan, jumlahnya mencapai 986 dengan rincian 105 Wisudawan Fakultas Syariah, 492 Wisudawan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan, 144 Wisudawan Fakultas Usluhuddin Adab dan Dakwah, 221 Wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Serta 24 Wisudawan Pascasarjana. Adapun wisudawan terbaik dari Jurusan Pedidikan Bahasa Arab adalah Ayu Tiffani Maulida dengan IPK 3,85. Kegiatan dilanjutkan dengan pemindahan Koncer dan penyerahan Ijazah oleh Dekan dan Wakil Dekan dari masing-masing Fakultas. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Satya Alumni oleh Zahrul Fikri, S.Sos. diikuti oleh seluruh wisudawan dan sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pekalongan Bapak Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. menyampaikan tentang Esensi dari nama UIN Gusdur yang erat kaitanya dengan toleransi, “Toleransi menjadi modal utama bagi umat manuia untuk saling menghormati dan menghargai baik sesama agama maupun antar umat beragama.”

“Gus Dur pernah menyampaikan pesan singkat namun mendalam dan penuh makna kepada kita, terdapat tiga substansi hubungan manusia yaitu saling mencintai, saling mengerti dan saling menghidupi baik sesama agama maupun antar umat beragama”, tambahnya.

Beliau juga menyampaikan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjaga nama baik UIN Gusdur “Yang pertama jagalah nama baik UIN Gus Dur ini dimanapun saudara berada. Saudara harus konsisten untuk berprestasi menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik, kepada semesta, kepada sesama, dan juga harus mengabdi pada agama, negara dan kepada Republik Indonesia. Yang kedua saudara harus bisa mencerminkan nilai-nilai Gus Dur yaitu yang Humanis, menjaga Integritas, bersikap Egaliter kepada siapapun, berwawasan yang terbuka namun tetap berpijak pada jati diri bangsa”, sambung beliau.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pekalongan Ibu Laila Fadia Elfouz Rafiq, S. E., M.M., beliau berpesan kepada wisudawan untuk menujukkan baktinya kepada orang tua serta mau untuk berkembang dan berkarya. “Kalian ditempatkan dimanapun harus bisa hidup, kalian harus membuktikan bahwa lulusan dari UIN Gus Dur ini adalah lulusan yang hebat, anak-anak yang hebat yang harus bisa menjaga nama baik UIN Gus Dur, anak-anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, harus bisa berkarya, jangan hanya mau jadi pegawai saja. Tapi bagaimana caranya agar ketika sudah menjadi sarjana, sudah bisa berkarya bahkan mempekerjakan orang utuk bekerja bersama kita. Mental tersebut yang harus ada dalam diri anda”. Acara ini ditutup dengan pembacaan doa oleh ustadz Abdul Aziz, M.Ag dan foto bersama Bupati dengan Senat IAIN Pekalongan.

Pewarta: Eeiiaa, Lell

Penyunting: Bedurrahmed



6/Post a Comment/Comments

Posting Komentar