
Penampakan panggung launching peringatan hari santri 2022
Launching peringatan hari santri 2022 di halaman kampus II UIN K.H. Abdurrahman Wahid berlangsung meriah. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 27 September 2022, diawali dengan peresmian kampus IAIN Pekalongan menjadi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan oleh Menteri Agama RI Bapak H. Yaqut Cholil Qoumas. Dilanjutkan dengan launching peringatan hari santri 2022 yang dilaksanakan malam harinya mulai pukul 19.00-selesai. Dipandu oleh Syakila Cahya Mentari dan Romzi Ahmad sebagai MC pada acara tersebut.

Veve Zulfikar Basyaiban sedang membawakan sholawat nabi untuk seluruh pengunjung yang hadir
Acara dimeriahkan oleh Veve Zulfikar Basyaiban, Sayyid Zulfikar Basyaiban, Woro Widowati, dan Qasima. Mereka tampil bergantian untuk memeriahkan dan menghibur seluruh mahasiswa UIN Gusdur khususnya para santri yang sedang tinggal dipondok pesantren. Dirjen pendidikan Islam, bapak Prof. Dr. Ali Ramdani melaporkan rangkaian acara yang akan dilaksanakan menuju hari santri tanggal 22 Oktober 2022. Beliau mengatakan bahwa akan ada banyak sekali kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka peringatan hari santri nanti. Sambutan disampaikan oleh Bapak Nurul Huda, perwakilan DPR RI komisi 8 diwilayah Pekalongan. "Mudah-mudahan peringatan hari santri bukan menjadi peringatan setiap tahun, tapi menjadi identitas kita sebagai santri setiap hari dengan menjaga akhlak dan tindak tanduk kita kepada orang lain. Kita juga tidak boleh berkecil hati menjadi santri, karena banyak sekali orang hebat yang berasal dari santri". Jelas beliau dalam sambutannya.
Akhir kata sekaligus peresmian logo hari santri tahun 2022 oleh bapak H. Yaqut Cholil Qoumas. Beliau banyak memberi nasihat pada santri zaman sekarang. "Peringatan ini bukan untuk euforia santri sekarang, tetapi untuk santri dahulu yang mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. Santri juga sekarang punya posisi penting dalam negeri, tapi keadaan ini juga menjadi tantangan besar karena banyak orang yang tidak suka. Namun, kebencian ini harus dilawan dengan prestasi dan perilaku yang mulia. Yang terakhir, jadikan momen launching hari santri ini sebagai sarana untuk introspeksi diri nanti mau jadi apa, mau bagaimana menjawab tantangan zaman. Dan saya doakan, semoga lahir seorang presiden dari mahasiswa UIN Gusdur tercinta ini.
Posting Komentar